Precision farming(PF) telah muncul sebagai sebuah praktek manajemen dengan potensi untuk meningkatkan keuntungan dengan memanfaatkan informasi lebih tepat tentang sumber daya pertanian. Sistem pertanian agribisnis merupakan sinergi yang dinamis antara precision farming, yang mampu memanfaatkan alam secara optimal dan tepat, yang dibantu oleh aparat pemerintah dengan memanfaatkan teknologi yang sesuai, ditambah dengan kemampuannya menyerap informasi yang tepat untuk usahataninya.
Sistem usahatani yang tepat (precision farming) ditunjukkan oleh kemampuannya untuk mengusahakan usahatani secara tepat, baik dalam hubungannya dengan sumberdaya alam, maupun dalam upaya penerapan teknologi yang sesuai dengan berbagai tipologi alam yang melingkupinya. Dalam kondisi seperti di Indonesia, precision farming menjadi sangat penting, karena sebagian besar pertanian masih sangat rentan terhadap perubahan iklim/cuaca, sehingga dapat menangkap gejala alam dan memanfaatkannya secara seoptimal mungkin. Disamping itu, penerapan teknologi juga harus mampu memperhatikan kendala-kendala alam seperti tersebut. Misalnya, penggunaan traktor untuk pengolahan lahan tidak akan memiliki efek secara optimal jika iklim kurang mendukung pengusahaan komoditi tertentu.
Selama ini, mungkin sektor pertanian masih dipandang sebelah mata oleh para pengusaha komputer. Sebenarnya, kebutuhan sistem komputer di bidang pertanian cukup banyak. Dengan kata lain, sektor pertanian pun membutuhkan banyak aplikasi komputer. Di Jepang dan Cina, para petani sudah menggunakan komputer untuk membantu usaha tani mereka.
Tanpa informasi yang handal, kemungkinannya akan sangat kecil untuk dapat mewujudkan pertanian agribisnis, baik dalam menunjang komponen precision farming, maupun dalam mendukung upaya menangkap signal pasar untuk menentukan komoditi yang banyak diminati pasar.
Untuk itu dalam hal perolehan informasi, sistem informasi pengolahan dan pemasaran hasil pertanian harus dapat mendukung terciptanya precision farming sebagai bagian dalam komponen sistem pertanian agribinis. Precision farming akan memberikan informasi kepada petani tentang apa, dimana dan kapan usahatani tertentu dilakukan secara benar (micro-level),
Sistem Informasi Pertanian, yang sedang dikembangan oleh Departemen Pertanian harus mampu mendukung pemerintah, petani/swasta dan pelaku agribisnis lainnya dalam pembangunan pertanian secara menyeluruh melalui pendekatan agribisnisnya. Sementara itu, dalam upaya mempercepat pengelolaan data sampai pada penyampaian informasi (Diseminasi), Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian sudah mulai mengembangkan Jaringan Informasi berbasis web dengan media akses Internet.
Pengembangan sistem usahatani agribisnis menuntut ketersediaan informasi yang sangat cepat (dinamis), terutama mengenai precision farming, harga dan pasar-pasar yang membutuhkan.
+copy.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar